Minggu, 28 Juni 2020

KHASIAT ANTIOKSIDAN


Happy Beauty Readers !!
I’m back guys, kali ini aku ingin membahas tentang Antioksidan. Pasti kata Antioksidan cukup familiar ketika berhubungan dengan perawatan kulit. Sebelum membahas lebih lanjut aku mau nanya dulu nih kalian tau ga apasih Antioksidan itu? Guna Antioksidan bagi tubuh ? dan apa yang terjadi jika kita mengalami defisiensi atau kekurangan Antioksidan pada tubuh? Nah kalau kalian pengen tau lebih banyak tentang Antioksidan, yuk kita bahas lebih lanjut…
ANTIOKSIDAN
Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid. Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami) (Kochhar dan Rossell, 1990).
Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang relatif stabil (Widodo, 1997).
Tubuh Manusia sebenarnya dapat menghasilkan antioksidan tapi jumlahnya tidak mencukupi untuk menetralkan radikal bebas yang jumlahnya semakin menumpuk di dalam tubuh. Oleh karena itu, tubuh memerlukan antioksidan dari luar berupa makanan atau suplemen (Rahardjo dan Hernani, 2005).
Antioksidan digolongkan ke dalam dua kelompok, yang pertama antioksidan alami, contohnya: superoksida dismutase (SOD), glutation peroxidase, polifenol, flavonoid, karatenoid dan vitamin E. Kedua, Antioksidan sintetis antara lain: BHA (butylated hidroxyanisole) dan BHT (butylate hydroxytoluene). mengkonsumsi antioksidan dalam jumlah yang memadai dapat menurunkan resiko terkena penyakit yang bersifat degeneratif, antara lain seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung), kanker, aterosklerosis, dan bahkan osteoporosis. Konsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan dapat meningkatkan status imunologi dan menghambat timbulnya penyakit degeneratif akibat penuaan. Pada dasarnya konsumsi antioksidan secara optimal dibutuhkan oleh semua umur (Winarsi,2007).
 Menurut hasil riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Badan Litbangkes (2007): Antioksidan sangat diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi dan mencegah stres oksidatif. Berbagai bahan alam asli Indonesia banyak mengandung antioksidan dengan berbagai bahan aktifnya. Penggunaan bahan alam asli Indonesia sebagai antioksidan diperlukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Berbagai obat-obatan sintetis yang mengandung antioksidan antara lain N-Asetil Sistein (NAC) dan vitamin C. Tujuan dari penulisan ini adalah membahas peran antioksidan sebagai konsumsi yang penting bagi kesehatan.
Berdasarkan mekanisme kerjanya, antioksidan dibagi menjadi 3, yaitu:
Antioksidan primer bekerja dengan cara mencegah pembentukan senyawa radikal bebas yang telah terbentuk menjadi molekul yang kurang aktif. Contoh antioksidan primer adalah glutation peroksidase, dan enzim superoksida dismutase (SOD) yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh karena radikal bebas (Winarsi, 2007).
Antioksidan sekunder merupakan senyawa yang bekerja dengan cara memotong reaksi oksidasi berantaidari radikal bebas. Akibatnya, radikal bebas tidak bereaksi dengan komponen seluler (Winarsi, 2007). Contohnya adalah vitamin E, vitamin C, flavonoid, dan betakaroten yang dapat diperoleh dari buah-buahan (Soewoto, 2001).
Antioksidan tersier merupakan senyawa yang memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contohnya, enzim metionin sulfoksi dan reduktase untuk memperbaiki DNA pada inti sel. Antioksidan digunakan untuk melindungi komponen makanan yang bersifat tidak jenuh (mempunyai ikatan rangkap), terutama lemak dan minyak (Soewoto, 2001).
Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Senyawa antioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas (Murray, 2009).
Radikal bebas dapat diartikan sebagai salah satu produk reaksi kimia dalam tubuh yang sangat reaktif dan mengandung elektron tak berpasangan sehingga sebagian besar bersifat tidak stabil (Widodo, 1997). Radikal bebas mencari reaksi-reaksi agar dapat memperoleh kembali elektron berpasangannya. Dalam rangka mendapatkan stabilitas kimia, radikal bebas tidak dapat mempertahankan bentuk asli dalam waktu lama dan segera berikatan dengan bahan sekitarnya. Radikal bebas akan menyerang molekul stabil yang terdekat dan mengambil elektron, zat yang terambil elektronnya akan menjadi radikal bebas juga sehingga akan memulai suatu reaksi berantai yang akhirnya akan terjadi kerusakan pada sel tersebut (Droge, 2002).
Menurut Kumalaningsih (2006), radikal bebas dapat masuk dan terbentuk didalam tubuh melalui pernafasan, lingkungan yang tidak sehat dan makanan berlemak.
Sumber radikal bebas ada dua yaitu sumber eksogen dan sumber endogen. Sumber eksogen biasanya berasal dari luar tubuh seperti polutan udara, radiasi, zat-zat kimia karsinogenik, asap rokok, bacteri, virus dan efek obat (obat anastesi dan pestisida). Sumber endogen yaitu radikal bebas yang merupakan hasil metabolik normal dalam tubuh manusia seperti proses oksidasi makanan, proses oksidasi xantin dan olah raga yang berlebihan (Fessenden, 1986).
Akibat begitu besarnya pengaruh radikal bebas terhadap kesehatan manusia makatubuh memerlukan suatu asupan yang mengandung suatu senyawa yaitu antioksidan yang mampu menangkap dan menetralisir radikal bebas tersebut sehingga reaksi–reaksi lanjutan yang menyebabkan terjadinya stres oksidatif dapat berhenti dan kerusakan sel dapat dihindari atau induksi suatu penyakit dapat dihentikan (Kikuzaki, dkk.., 2002).





DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbangkes Depkes RI. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta; 2008: 275-8.
Droge W. 2002. Free Radicals in the Physiological Control of Cell Function. NCBI. 82(1):47-95.
Fessenden and Fessenden. 1986. Kimia Organik, edisi-3 (A.H. Pudjatmaka). Erlangga.Jakarta.
Hernani dan Raharjo, M., 2005, Tanaman Berkhasiat Antioksidan, Cetakan I, Penebar Swadaya, Jakarta, Hal 3, 9, 11, 16-17.
Hery Winarsi. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 189-90
Kumalaningsih, S., 2006. Antioksidan Alami. Trubus Angrisarana. Surabaya
Kikuzaki, H., Hisamoto, M., Hirose, K., Akiyama, K.and Taniguchi H. 2002. Antioxidants
Properties of Ferulic Acid and Its Related Compound. J. Agric. Food Chem. 50(8) : 2161-68. Japan
Murray R. K., Granner D.K., Rodwell V.W., 2009. Biokimia Harper, (Andri Hartono)..Edisi 27.Penerbit Buku Kedokteran, EGC. Jakarta.
Soewoto, H. 2001. Antioksidan Eksogen Lini Pertahanan Kedua dalam Menanggulangi Peran Radikal Bebas. dalam : Materi Kursus Penyegar Radikal Bebas dan Antioksidan dalam Kesehatan : Dasar, Aplikasi dan Pemanfaatan Bahan Alam. Jakarta : Fakultas Kedokteran UI
Thompson, J.K. 2000. Body Image, Eating Disorder, and Obesity an Integrative Guide for Asesment and Treatment. Washington : American Psychological Association.
Kochar, S.P. dan B. Rossell. 1990. Detection estimation and evaluation of antioxidants in food system. Di dalam : B.J.F. Hudson, editor. Food Antioxidants. Elvisier Applied Science. London.
Widodo, M.A. 1997. Xenobiotik dan Radikal Bebas pada Patogenesa Penyakit Paru. Di dalam Soeatmaji J.W. et. al. Proceedings Simposium Radikal Bebas dan Patogenesa Penyakit. FK Unibraw. Malang

Kamis, 09 April 2020

Membuat Kutipan dan Daftar Pustaka Menggunakan APA Style


Assalamu'alaikum wr.wb
Hallo guys!! Welcome to my second blog
Kali ini aku mau ngasih sedikit tips nih ke kalian mengenai penulisan daftar pustaka menggunakan APA style
Untuk lebih lanjut, yuk kita bahas ....
  
Sebelum lanjut ke step penulisan menggunakan APA Style, aku mau ngasih tau ke kalian apa sih APA style itu? APA Style merupakan salah satu cara penulisan daftar pustaka dengan menggunakan Microsoft Word. Ada banyak contoh penulisan daftar pustaka sesuai dengan  kutipan yang kita pakai. Misalnya buku, jurnal, makalah, artikel, majalah, dan lain - lain.
Nah sekarang aku mau nge share step penulisan daftar pustaka menggunakan APA style, enjoyy guyss 😊
 
Sampai di sini dlu yaa sedikit tips yang bisa aku share ke kalian, semoga bermanfaat, See you in my next blog ðŸ˜ŠðŸ¥°

Jumat, 20 Maret 2020

MASKER LABU KUNING YANG KAYA ANTIOKSIDAN


Happy Beauty Readers!!
As we know, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Siapa sih yang ga pengen wajah mulus bebas jerawat?. Ketika berhubungan dengan perawatan kulit, antioksidan dapat membantu merawat dan melindungi dari pengaruh sinar matahari dan polusi serta menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan.
Apa yang kalian pikirkan ketiga mendengar buah labu kuning? Pastinya tidak jauh dari olahan makanan yang lezat. Ternyata buah labu kuning memiliki banyak manfaat lainnya loh, yuk kita bahas lebih lanjut…
Gambar 1. Ilustrasi Labu Kuning (Cucurbita moschata)
Sumber: https://bukuteori.com/
Tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan suatu jenis tanaman sayuran menjalar dari famili Cucurbitaceae, yang tergolong dalam jenis tanaman semusim yang setelah berbuah akan langsung mati. Tanaman labu kuning ini telah banyak dibudidayakan di negara-negara tropis seperti Indonesia, Afrika, Amerika, India dan Cina (Hendrasty, 2003).
Tanaman labu kuning sudah dikenal dan dibudidayakan sejak bertahun-tahun sebelum masehi, bahkan bangsa Indian memanfaatkannya sebagai makanan utama (Widayati dan Damayanti, 2000).
Gambar 2. Labu kuning (Cucurbita moschata)
Sumber: 
https://nova.grid.id/
Labu kuning merupakan salah satu produk hortikultura termasuk famili Cucurbitaceae yang mempunyai nutrisi yang beragam. Warna oranye menandakan labu mengandung antioksidan penting yaitu β karoten. Bahan ini dikonversi menjadi vitamin A di dalam tubuh. Pada proses konversinya menjadi vitamin A menghasilkan banyak fungsi penting untuk kesehatan secara keseluruhan (Rahmi dkk, 2011). Antioksidan secara signifikan meningkatkan kemampuan kulit untuk memerangi kerusakan yang disebabkan matahari. Penelitian telah menunjukkan bahwa menggunakan antioksidan dapat meningkatkan kemampuan kulit memerangi penuaan dini akibat paparan sinar matahari tanpa pelindung. Ketika dipasangkan dengan tabir surya spectrum luas, antioksian menawarkan pertahanan lebih lanjut lingkungan dan   membantu mengurangi kerusakan kolagen kulit.
Selain itu, labu kuning memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, kaya vitamin (A dan C) dan(Ca, Fe, dan Na). Waluh juga mengandung inulin dan serat pangan yang sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan kesehatan (Ramadhani dkk, 2012).
Masker alami bukan hanya bisa dibuat dari tomat, bengkoang ataupun mentimun. Disini aku ingin memberitahu manfaat labu kuning sebagai masker yang kaya antioksidan. Perawatan kulit wajah bebas jerawat dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi dan menggunakan kosmetik, salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk perawatan kulit wajah yaitu masker. Masker adalah bahan kosmetik yang digunakan pada akhir perawatan kulit wajah sesudah pembersihan total dari massage.
Gambar 3. Ilustrasi Masker LabuSumber: https://m.liputan6.com/
Bagaimana cara membuat masker dari labu kuning? Let’s we find out !
Bahan-bahan yang bisa kita gunakan, 1/2 cangkir labu, 1/2 cangkir yogurt plain, dan 1 sdm madu. Cara membuatnya cukup mudah dimulai dengan blender labu dan tambahkan yogurt ke dalamnya. Lalu masukkan madu organik dan aduk semua bahan. Oleskan pada wajah secara merata tapi hindari area wajah. Diamkan masker selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air hangat lalu keringkan.
Labu juga mengandung asam lemak tinggi dan vitamin E yang dapat menjaga kesehatan kulit. Vitamin E, selenium, seng dan asam lemak esensial efektif untuk anti-penuaan, manfaat labu kuning lainnya dapat mencegah munculnya jerawat, mencerahkan kulit, menghilangkan bekas jerawat dan dapat melembabkan kulit wajah
Mungkin sampai sini dulu artikel yang dapat aku share ke kalian, terimakasih beauty readers, semoga kalian suka dan semoga bermanfaat 😊



Referensi
Hendrasty, H.K, 2003. Tepung Labu Kuning Pembuatan dan Pemanfaatanya. Yogyakarta: Kanisius

Rahmi, S. L., Indriyani dan Surhaini. 2011. Penggunaan Buah Labu Kuning sebagai Sumber Antioksidan dan Pewarna Alami pada Produk Mie Basah. Vol 13, no 2 hal 29-36. Jambi: Fakultas Pertanian Universitas Jambi

Ramadhani, G.A. 2012. Analisis Proximat, Antioksidan dan Kesukaan Sereal Makanan Dari Bahan Dasar Tepung Jagung (Zea mays L.) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch). Semarang: Universitas Diponegoro

Widayati E dan Damayanti. 2000. Aneka Pangan Labu Kuning. Surabaya: Trubus Agrisarana.